Kamis, 26 Juni 2008
CONGRATS untuk semua!
Kemarin saya berkesempatan mengirim lagi e-mail approval dari studio untuk penerbit ini, iseng-iseng sambil menunggu attachment di e-mail saya buku-buka weblog-nya Klub Siaga Bencana Kota Padang tempat saya residensi desain beberapa bulan yang lalu, banyak progres, selain update-an yang baru juga komunitas itu sekarang udah selangkah lebih depan, rupanya sudah ada pembentukan kepengurusan yang baru, CONGRATULATION bro!
Tapi yang bikin saya pengen nambah materi di blog ini adalah karena RAntau Baranjau dan beberapa media lain yang saya (dan rekan) kerjakan sudah mulai didistribusikan setelah sebelumnya di pre-test dulu oleh anak-anak disana tentu saja dengan bimbingan kawan-kawan komunitas.
Aduh, senang rasanya! hampir tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata (ya iya lah, masa ngelukis pake kata, pake kuas ateeuhh...!). Ada perasaan bangga karena hasil kerja keras selama 3 bulan lebih akhirnya diaplikasikan juga, terlebih lagi kalau mereka (anak-anak) pada suka (padasuka mah daerah di bandung kan?), apalagi kalau kemudian ketika pulang ke rumah mereka membicarakan lagi tentang kehebohan yang mereka dapat dari pengalaman memainkan Rantau Baranjau, atau menceritakan kembali Hikayat si Bulek dalam cerita bergambar, atau malah mereka memfoto kopi ulang sampul buku, atau mereka aktif mengisi agenda Catatn Siaga, atau halah........... yang jelas saya menulis blog ini di rumah (untuk nanti di upload di warnet, karena bulan ini saya sedang tidak berlangganan internet) dengan suka cita, seperti ada satu kekhawatiran yang hilang, seperti menongkrongkan (maaf) b*kong di kloset setelah mulas selama beberapa jam, pfiuuuhhh..........
Setelah attachment berhasil dan "the message has been sent" saya berganti account, saya masuk ke e-mail saya (tadi pake e-mail studio), lalu tombol com[ose saya klik karena saya hendak mengirim seorang e-mail ke Core Team Padang, Boy.
Saya ingin menyapa mereka kawan-kawan di Padang. Saya bilang saya senang sekali tau kalo media yang saya (dan rekan) bikin sudah didistribusikan.
Oke, selamat buat ketua KSB kota Padang yang baru Muhammad Al-Qudri. yoohooooo!!!!
Senin, 12 Mei 2008
PETA EVAKUASI GAUNG dan SAWAH LIAT Bagian 1
Tulisan ini seharusnya terbit berhari-hari yang lalu, tapi rupanya nggak. Sekarang saja.
Beberapa hari setelah finishing Rantau Baranjau, saya dan rekan harus kembali bekerja menyelesaikan Peta Kerentanan dan Evakuasi untuk dua daerah di Kota Padang yang sudah menjadi area proyek, yakni Kampung Gaung dan Sawah Liat.
Deadline yang telah ditentukan tidak begitu lama, hanya satu minggu lah, lebih sebentar beberapa hari dari Rantau Baranjau, tetapi berbeda dengan Rantau Baranjau yang dikerjakan dengan mengandalkan imajinasi dan tanpa membutuhkan akurasi dalam hal letak geografis, Peta Evakuasi ini harus dikerjakan dengan sangat hati-hati, harus serba akurat, karena ini bukan main-main, bukan permainan, langkah selamat tidak ditentukan oleh jumlah angka yang keluar dari kocokan dadu, arah berlari kini ditunjukkan oleh arah mata angin :D.
Kadang kawan-kawan mengeluhkan deadline yang terlalu dipaksakan tapi ya sudahlah, tidak apa.
Proses seminggu dalam pembuatan Peta Evakuasi ini pada mulanya agak tersendat berkaitan dengan kelengkapan materi (denah lokasi daerah) yang dikirimkan dari Padang, koordinasinya agak sulit memang. Saya kurang tahu! Tetapi karena deadline yang sudah ditentukan tidak akan dapat diundur lagi, maka pengerjaan tetap dilakukan berbekal materi yang secukupnya dulu
-Beberapa minggu sebelumnya kawan-kawan Padang memang sudah beberapa kali
mengirimkan materi, tapi karena dirasa masih belum lengkap dan demi mengejar keakuaratan, terpaksa kawan-kawan di Bandung meminta dibuat dan dikirim ulang-
Saya ngga ingin berlama-lama bercerita soalnya lupa.
Yang jelas setelah seminggu bekerja keras, Peta Evakuasi itu selesai juga, lega rasanya.
Beberapa hari berlalu, saya dan rekan harus menerima kenyataan pahit, karena ternyata ada beberapa kesalahan pada Peta Evakuasi itu, dan celakanya sudah dicetak sebanyak 2000 lembar. Bayangkan! (ngga mau! ya udah!)
Satu yang paling saya greget dari kesalahan itu adalah arah mata angin, bukan arahnya, tapi saya salah menuliskan nama arah, oposisi untuk arah Utara adalah Selatan, tapi saya malah menuliskan Timur, StuPIDO kan? memang!
Kesalahan yang lain adalah seputar letak bangunan dan kesalahan penamaan.
Namun kemudian ada beberapa hal yang menjadi catatan buat saya (tentunya selain saya harus lebih teliti sekalipun dalam kondisi Under pressure luar biasa),
bahwa jika di kemudian hari saya harus memaksa diri saya sendiri untuk tetap teliti walapun dalam kondisi tertekan oleh deadline, proses asistensi harus tetap dilakukan oleh pihak yang paling bersangkutan (mungkin dalam hal ini adalah kawan-kawan Padang) dan bukan langsung cetak. Selalu saja manusia tidak sempurna, dan bukan mahluk solitaire, melainkan sosial. Memerlukan orang lain untuk kritik dan masukan. Tapi saya maklum juga dengan deadline seketat itu, proses asistensi seperti yang biasa dilakukan di tiga bulan ke belakang agak menjadi utopis.
Kedua, sekalipun dengan deadline yang ketat, seharusnya kelengkapan dan keakuratan materi harus tetap dijaga, karena seperti yang saya bilang di paragraf atas, ini bukan Rantau Baranjau, ini bukan berlari karena kocokan dadu, ini berlari karena ada gempa bumi atau tsunami, maka keakuratan media Peta Evakuasi ini wajib adanya.
Malam ini saya harus merelakan otak saya gelisah lagi setelah membaca SMS dari Supervisor asistensi MDR (P Fahmi): "Btw sya dah ngmong sma barry n boy prkaws peta. sngkatna mah eta pta benerkeun scpatna. bla..bla..bla.."(1)
Semua memang ada konsekuensinya. Ini adalah harga yang harus dibayar dari keterburu-buruan. Kasihan saya. Hehehehe...
(1) "By the Way, saya udah ngomong sama barry n Boy tentang Peta. Singkatnya itu peta benerin cepet-cepet. blablabla...!"
Selasa, 22 April 2008
LAGI-LAGI DUMMY
Emang ngga ada matinya nih kerjaan, tapi ya sudahlah ini mah konsekuensi.Saya ngga sempet ngitung udah berapa kali bikin dummy untuk semua media, kalo dirupiahkan juga lumayan tuh, hehehe.... dan terkadang jeleknya saya adalah saya selalu ingin buru-buru juga liat hasilnya langsung (printed) padahal belum betul-betul selesai, jadiny kadang harus ngulang bikin dummy karena kesalahan saya sendiri, hihi...
Tapi yang sekarang ini emang diminta sama CDASC. Ayo kerja terus sampe subuh, bikin dummy yang bagus, heuheu.....
sambil nge-blog dan makan mie tektek rebus.
Senin, 21 April 2008
IT'S A WRAP!

Saya ingat dulu ada acara di MTV tentang behind the scene nya video artis, dan di akhir acara selalu ada adegan orang-orang atau sutradara bilang "It's A wrap!" untuk mengungkapkan kegembiraan karena telah menyelesaikan syuting video.
Lalu hari ini saya pengen minjem ungkapan ekspresif itu buat merayakan dibungkusnya file-file final artwork kerjaan selama 3 bulan kemaren+ 10 hari mengerjakan RANTAU BARANJAU ke Jakarta, buat diliat lagi sama kawan-kawan petinggi CDASC (sang mpunya proyek) hehe... untuk selanjutnya (kalo ngga ada kendala lagi) naik cetak.
Hooray!!!
Sekarang saya (dan mungkin semua teman-teman MDR) berdoa semoga yang kita bikin kemaren bener-bener bisa ngasih dampak buat segmen, buat pemakai media tersebut nanti. Amin.
Alright.......
It's A Wrap!
Bungkuss!!
Senin, 14 April 2008
SEDIKIT TEGANG
Tapi seandainya dia baca dulu postingan saya sebelum ini, mungkin dia akan merasa bergembira juga karena telah menolong saya. Maksudnya, dengan tidak lengkapnya materi yang dia kirim, berarti perancangan media poster peta evakuasi akan ditunda, dan itu berarti juga saya bisa lebih fokus sama ular tangga! huhuhu.....
Terima kasih boy!! HAHAHAHA...........
nb: Bantul telah positif untuk mengerjakan 2 poster evakuasi dan Bengkulu 3 poster dengan perkiraan hanya 2 yang mungkin terselesaikan. Garut dan Padang ditunda.
nb2: Tenang Boy! setelah media ular tangga kelar, kita pasti langsung bikin-bikin sketsa buat peta...hehehehehe.............. :D
SKIP/PENDING/POSTPONED
Kalo dari sisi materi sih sebetulnya kemarin kawan-kawan di Padang sudah mengirim lagi dengan kualitas lebih baik dari sebelumnya, namun tetap dengan beberapa kekurangan yang yang fatal, seperti arah evakuasi, lokasi evakuasi, arah mata angin, detail pemukiman dan lain sebagainya.
Lalu kemarin di studio sempat diadakan briefing lagi seputar progress poster dengan membahas kendala yang ada termasuk mereview kekurangan-kekurangan yang ada pada materi.
Setelah disimpulkan, tim MDR yang masih bisa maju merancang poster hingga deadline (20 April) adalah tim MDR Bantul dan MDR Bengkulu, sisanya diskip/pending/postponed dulu hihihi...
Tapi khusus untuk tim Padang, penundaan perancangan poster ini memiliki keuntungan tersendiri karena saya (dan partner) menjadi bisa lebih fokus untuk mengoptimalkan energi di media Ular tangga (yang menurut berita terakhir akan dinamai "Rantau Baranjau").
Mungkin benar, di balik setiap kejadian (yang buruk sekalipun) selalu ada hikmah.. hehe...
nb: Maafin kita ya boy! dan kawan-kawan di padang juga!
nb2: Ceritanya akan lain kalo materi yang dikirim kawan-kawan Padang sudah lengkap, hari ini saya akan pusing berauts-ratus keliling mencari cara bagaimana agar selesai pada tanggal dedaline yang sama, gila!!!
Kamis, 10 April 2008
MAAF
mudah-mudahan jadi amal ibadaha! amin!!!!
Rabu, 09 April 2008
KENDALA
Entah kenapa, padahal yang menjembatani sampainya materi dari kawan-kawan di Padang ke Bandung itu hanya medium komunikasi, dan faktanya medium itu ngga sulit didapat, Internet ada (katanya di basecamp sudah berlangganan), begitu juga saya (dan partner), kalaupun tidak berlangganan tapi sungguh ngga sulit buat dapet warnet, komunikasi oral juga ahh... tinggal pencet, kring! beres!!
Tapi kalaupun paragraf dua tadi seperti pertanyaan saya pribadi ke diri sendiri dan susunan kalimatnya yang acakadut seperti mengindikasikan pesimisme saya akan jawabannya, sebetulnya saya punya perkiraan jawaban sendiri (lho jadi apa-apaan nulis prolog sepanjang itu? hehe...)
Saya pikir letak kendalanya adalah di koordinasinya.
semenjak di Bandung, saya akui saya memang sedikit "menunggu bola", ketika ada pekerjaan yang menuntut kerjasama dengan kawan-kawan di Padang saya agak enggan untuk mengontak mereka, mungkin karena jenuh dan agak jera dengan pengalaman, seperti conference di YM yang selalu berujung tanda tanya di jidat saya karena intisarinya kadang ngga dapet, ahh..another time wasting (walaupun itu memupus kekangenan saya sama mereka! jujur!), dan kalo via telepon, hmm...i have a lil problem with lip service honestly! saya ngga jago dan agak males berbasa-basi, komunikasi via telepon ini menjadi aktifitas lucu karena sebelum memencet nomer tujuan yang ada di otak duluan adalah "what will be the first word?" d**n!!! (kayak pertama masang telepon aja!)
Dan jeleknya adalah, (mungkin) kawan-kawan disana pun bertindak sama dengan saya, menunggu bola, ya...itu bola tetep aja ada di tengah lapangan. hehe....
Itu yang terjadi sekarang, saat ini saya (dan partner) ditugaskan lagi untuk membuat dua buah poster peta evakuasi dan satu media "ular tangga" dengan deadline yang agak sedikit lumayan rada kurang masuk akal, 10 hari!!!
Dan sekarng saya ngga mau berlama-lama nulis, yang jelas tadi siang akhirnya saya memaksakan diri buat nelepon kawan di Padang untuk konfirmasi bahwa materi/data yang kemarin dikirim sangat kurang, dan sampai sekarang say amenulis ini belum ada kiriman lagi, padahal kemarin malah sudah saya SMS (sekarang kata jera menjadi sangat beralasan buat saya ketik).
Ah mudah-mudahan dengan segala kendala, dalam 10 hari ke depan semua pekerjaan beres dengan maksimal! AMIN!
Selasa, 01 April 2008
TERNYATA
Kalau kemarin-kemarin setelah soft closing saya masih membayangkan mungkin pekerjaan yang akan masih ada adalah seputar merevisi koreksian dari tiap-tiap media, melengkapi dummy, print out, atau yang lain yang saya anggap enteng, tapi rupanya hikss.. meleset!
Khusus untuk tim saya (Residen Padang) rupanya diinstruksikan lagi untuk membuat media ular tangga (bermaterikan lokalitas Padang), katanya terinspirasi dari Residen Bengkulu yang juga membuat ular tangga, dan boleh jadi waktu yang tersisa cuman sekitar 2-3 mingguan lah, haikss.....
Agak pusing juga sih, walaupun di sisi ideal, saya sedikit tertantang juga sama kerjaan tambahan ini (tapi dengan catatan, ketertantangan ini bukan jaminan hasilnya akan keren, hehe...). Bukan apa-apa, tapi saya seperti diajak lagi ke beberapa bulan ke belakang saat projek masih berlangsung terlebih saat masa-masa klimaks muncul, kelelahan yang pernah kejadian belum benar-benar hilang dalam ingatan apalagi di saat sekarang saat saya harus terpaksa lagi mengingat atau terpaksa tidak sengaja mengingat, alah.... Saya harus kembali lagi ke klimaks yang saya maksud. hmmhh....
Bila terdengar seperti keluhan ya muubh (baca: maap -bahasa gaul, sori!-), yang jelas saya sadar betul hal-hal kayak gini (klimaks thing :D) akan selalu ada dan dalam bentuk yang tidak bisa diduga-duga sampai saya mati mungkin!!!!
but thanks anyway for taking me in this "freakin'" journey! hehehehe.......
nb: Saya bahkan sempet mikir "ah jangan-jangan ini cuman April Mop" tentunya sambil ngarep juga ini memang April Mop!
Rabu, 26 Maret 2008
POST JOB SYNDROME (?)
Kemarin saya berangkat lagi ke studio, bukan inisiatif sih tap karena ditelepon Fahmi buat datang karena masih ada kerjaan saya yang harus dikoreksi (Agenda), singkat cerita pukul setengah tiga saya tiba di studio, sudah ada Wawan (MDR Bengkulu) dan ternyata sebelumnya Fahmi dan Wawan sudah berkeliling Bandung dalam rangka memaketkan dummy yang sudah jadi ke Jakarta. Hari itu kam mengobrol banyak, tentang rencana post project, showcase karya desain cover fahmi, tapi yang masih nyangkut buat jadi materi posting kali ini adalah berkaitan dengan post power syndrome tadi, Fahmi bilang sebetulnya masa-masa ngga ada kerjaan gini tidak harus betul-betul menjadi hari-hari tanpa kerjaan, bahkan masa-masa kayak gini perlu juga, sebagai persiapan menghadapi pekerjaan baru.
Kami (saya dan Wawan) sempat mengelak juga kalo di kepala kita selalu persepsi kerjaan adalah yang profitable, dan ternyata Fahmi ngga sefaham dengan kami tentang itu, bahwa kerjaan ato projek tidak melulu profitable, dia menyarankan mulai dengan beres-beres meja kerja kami masing-masing, itu adalah kerjaan non-profit tapi bukan tidak mungkin berkaitan sekali dengan kerjaan profitable nanti, terus coba juga dengan menabung karya, referensi dan mungkin masih banyak lagi yang bisa dikerjakan. Non-profit tapi sangat worth to do.
Kalo dipikir lagi memang banyak yang bisa dikerjakan ditambah mungkin ketika nanti ada kerjaan yang profitable itu beserta problematikanya, dan kalo dibayangin sekarang boleh jadi nanti ada ungkapan lagi Post Jobless Syndrome, HAHAHAHAHA..........
Senin, 17 Maret 2008
SOFT CLOSING-PETUALANGAN
Tapi ya Fahmi bilang biarlah juga soft closing ini diadakan, biar ada momen, biar jadi legalitas buat liburan, hehe....
dan waduh kumat lagi, saya masih belum tau mau kemana arah tulisan ini. hmmmh....
Saya bagi aja apa aja yang kejadian kemarin sabtu di acara soft closing, hehe.. here we go!
1. Interview,
Sebelum berangkat ke studio, saya terlebih dahulu disms Fahmi, katanya jangan datang terlalu siang (hmmh...saya pikir dia emang bisa telepati, saat itu saya emang bakal telat hehe), dan kalo bisa semua residen datang tanpa kecuali, mau ada sesi interview. Standar lah paling nanya kesan-kesan dan pesan-pesan. Tapi yang ngga biasa adalah interview ini diabadikan dalam gambar bergerak, hihihi....biasa aja sih, tapi ngga nyangka. Oke camera! Action!
2. Briefing
Kali ini bukan briefing membicarakan kerjaan yang dulu tampaknya kok ngga selesai-selesai, hihi, briefing kali ini diisi dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan "selama 3 bulan ini apa yang telah dipelajari" dan "masukan untuk studio dan Fahmi pribadi"
Di ujung sesi ini, Fahmi bilang kalo kerja cape terus dapet duit itu standar, bahkan cenderung plus-plos (ngga dapet apa-apa), tapi kalo kerja dapet duit dan dapet ilmu baru itu baru untung. Tapi kalo kerja ngga dapet duit tapi dapet ilmu apa ya? hehe..
3. Makan-makan
Ada teh Ira (Istri Fahmi) dan Umed di dapur, saya pribadi futsal dulu, hehe... Teh Ira menyiapkan makanannya, dan Umed mengatur penyajiannya, wuihh sangat pesantren, beralaskan daun pisang digelar sepanjang satu meter, nasi liwet lalu langsung ditumpahkan sepanjang daun pisang, disusul ikan asin bertaburan di atas nasi, lalu ayam, sambal, sayuran, lalu...makan!! yuhuhu...............
Semua kenyang, mudah-mudahan senang juga, tak lama satu persatu lalu pergi (atau pulang, entahlah), di penghujung setengah sebelas tinggal saya sendiri mnyelesaikan dummy yang belum beres ditemani Fahmi.
Akhirnya setelah semua beres dan berakhir di tulisan ini saya pengen nyapa lagi kawan-kawan residen dan penghuni studio dari sini, TERIMA KASIH ATAS KESEMPATANNYA MENGIZINKAN SAYA IKUT DALAM PETUALANGAN INI"
Jumat, 14 Maret 2008
SYUKURAN
hmmh..berarti besok betul-betul finish proyek ini (secara kontark maksudnya!), ngga sedih sih, biasa aja, jadi bisa liburan dulu, hahahaha.......... ya ngga sedih-sedih amat lah, ditutupnya juga pake makan-makan ya seneng lah yang ada, malah berharap penutupan ini bisa tiap minggu heuheu... tapi bisa-bisa bangkrut nih, seorangnya ditarif 15rebu rupiah, padahal saya yakin nanti pasti berebutan, hehe...dengan jatah yang udah dipas, ternyata semua bersepakat untuk boleh mengundang pacar, temen, kerabat atau siapapun, wuihh......hehehe....persaingan agak ketat besok nih!
udah dulu ah, saya ada yang mesti dikerjain sekarang. biar besok bisa makan dengan tenang! huhuhu........
Minggu, 09 Maret 2008
SEBUAH TAMPARAN 2

Baru 5 menit jalan dari pergantian hari minggu-senin, saat ini sedang ngantuk-ngantuknya, saya perlu tidur sebagai anti klimaks tapi persentase antara ingin dan enggan tidur masih 60-40, sebab masih ada pekerjaan yang tersisa, pekerjaan terakhir di proyek ini (secara professional tentunya), ada sedikit ketakutan kalo misalnya ngga keburu selesai saat deadline tiba. Hummpphh……
Ngomongin tiba, tiba-tiba aja tadi pas kerja jadi inget lagi sama keheranan beberapa orang tentang progress kita, kali ini datang dari tim Garut (awas lo ya balik ngaji! Hehe…), mereka (atau mungkin Haris saja) bertanya kenapa tim
Jujur banyak sekali yang terjadi dalam 2 bulan sisa ini, mulai dari kurangnya perencanaan, terbuainya saya (mungkin jino juga) sama kerjaan yang saat itu lagi digarap (Cergam), tapi yang paling terasa adalah naik-turunnya mood, sangat manusiawi memang, tapi ketika ini terjadi di kondisi dimana teamwork harus sangat solid secara emosional, jadi boomerang tersendiri ketika satu sama lain atau salah satu kurang bisa menjaga ritme “kerja bareng”. Beuuuhh………. Stressful sekali, menguras energi, menguji mental, mengernyit dahi, menyumpah serapah, meludah-ludah (hehe…) dan me yang lain-lain. Imbasnya tentu saja; pekerjaan yang jadi banyak tertunda, jadwal yang udah dibikin sedemikian rupa jadi berantakan, rrrrrrrrrgggggghhhhhhhh……… sabar. Tapi untungnya masih banyak orang bisa saya ajak ngobrol curhat, lumayan, agak sedikit sangat mengurangi kedongkolan. Makasih!
Kalo anda siapapun saat ini sedang baca postingan ini, saya haturkan terima kasih sekali, saya pikir anda ikut ngebantu saya ngilangin kedongkolan yang dimaksud.
Nb: Sori, fotonya sangat agak ngga nyambung sama tulisan, saya cuman pengen bagi-bagi momen aja, tapi paling tidak mereka kadang jadi pelipur lara juga, hehe..
Searah jarum jam: Ijhal (adik saya), Helmi, dan Umed. Thank brother!!!
Rabu, 20 Februari 2008
Chaos-COLORED CERGAM
langsung aja masuk!
Jumat, 15 Februari 2008
MOLOR
Senin, 04 Februari 2008
Kamis, 31 Januari 2008
FLUKTUASI
hanya ingin berbagi cerita, paragraf di atas tadi benar-benar bisa mendeskripsikan kondisi saya (atau kami? saya ngga yakin!) sekarang sehubungan dengan projek, tapi maaf, bukan karena saya kesulitan dalam pengerjaan (tapi bukan berarti juga saya menganggap mudah, no way!), mungkin ya karena tekanan-tekanan tadi, saat ini kami seperti dua gasing yang berputar sangat cepat, sedikit saja gesekan akan terjadi kekacauan. Sensitifitas tingkat tinggi. yuhuhu...
Mudah-mudahan dua gasing ini segera berubah menjadi dua buah gir yang saling bekerjasama menjalankan sebuah roda.
Selasa, 29 Januari 2008
SEBUAH TAMPARAN

Sejujurnya ketika saya pribadi mendaratkan kaki lagi di Bandung, saya memang merasa ada atmosfir buruk yang dulu pernah mengitari saya juga disini, atmosfir kinerja buruk, malas, minder dan kawan-kawannya tentunya. Entah kenapa, tapi kalau memang boleh jujur lagi, semangat yang saya miliki ketika masih di Padang sangat berbeda ketika saya berada di Bandung, gairah disini lambat laun meredup, tapi mudah-mudahan dapat segera menggelora kembali.
Rupanya bukan cuma saya yang merasa demikian, koordinator MDR berikut asistennya juga merasakan hal yang sama, mereka melihat ada yang berubah di setiap individu residen, perubahan yang buruk tentu saja, perubahan buruk dalam hal kinerja, sepertinya residen-residen yang penuh inisiatif itu kini menguap entah kemana.
Sebuah tamparan akhirnya mendarat juga di pipi (maaf, bukan dalam arti sebenarnya) ketika lagi-lagi seperti biasa saya mengeluh ke Umed -kali ini- tentang skrip cergam yang dengan berat hati harus saya rubah (setelah melalui diskusi cukup alot kesana kemari), tapi lalu saya kaget ketika saya bilang "saya minta pencerahan", Umed malah bilang "lu ngga ada inisiatif sih, ngga kayak di Padang!", belum juga saya mengerutkan dahi karena tidak mengerti maksudnya, Umed harus menerima telepon. hmmmhh...
tapi tidak apa lah, sesekali memang harus ditampar agar terbangun, sesekali harus disiram air biar terjaga, hehe....
Terima kasih sudah mengingatkan kita, di masa mendatang kita bakal bekerja lebih baik lagi, bukan janji, tapi komitmen, doakan saja saya dan kawan-kawan terus memiliki energi. Amin!
aduh maaf saya tulis jurnal ini selagi mengantuk. Rada-rada ugal-ugalan, maklum-maklum!
Rabu, 02 Januari 2008
Senin, 24 Desember 2007
BUKIT TINGGI yang MENGASYIKKAN







bukit tinggi ^^pagi hari udah jalan jalan ke bawah bukit yang sangat ngga ada sama sekali polusi yang
ngeganggu lapisan bumi ini, ya ngeliat aktifitasnya para petani yang mundar mandir sepanjang
jalan yang berbatu layaknya yang ga ada aktifitas para taksi biru. hehe suasana sejuk banget yang bikin kita menggigil tapi astik, ...
setelah itu kita keliling tempat pariwisatanya bukit tinggi seperti jam gadang, lubang
jepang, ngarai sianok, dll ga tau lupa lagi.dengan pake andong berlima yang kretanya sangat kecil ya maksa maksain orang ber6 masuk ke
keretana itu.
satu lagi yang bikin kita asyik banget yaitu pas ngasih makan monyet2 yang ga bisa ngebedain
yang mana monyet mana yang kortim, he he he he hbecanda boy,, terus kita masukin lubang jepang yang keren banget ga nyangka lubang jepang
itu emang dulunya buat pertahanan perang, yang katanya dulu dibuat dan dipilih wilayahnya di
bukit tinggi karena wilayahnya sangat strategis yang jauh dari laut, dan mereka buat sarang
semut disana. itu sejarah pendeknya aja.
dan juga katanya bukit tinggi ini pernah jadi ibu kotanya negara indonesia ini, ya seperti
ibukota darurat, sejarahnya katanya dulu saat soekarno di tawan pada waktu itu darah bukit
tinggi ini di pilih menjadi ibu kota darurat karena daerah ini sudah agak berkembang
daripada daerah lainya, ya gitu ahpokonyamah kalo di jelasin secara detail, kita ngga bisa
ngeyakini kalo kita bener ato ngga.
ya pokonyamah kita ngga nyangka apakah kita ke sini liburan ato kerja, ya kayanya kita betah
diem disini, asyik pokonamah nah setelah pulang jalan jalan, kita ngerencanain mau bikin
acara vevakuasi pada saat seminggu kita menjelang pulang. saya, ata, dan kawan kawan yang
lainya ngerencanain buat bikin kaos buatan KSB yang rencananya buat dibagiin sama peserta
anak anak evakuasi yang rencananya anak anak seniri yang ngewarna kaosnya yang kita buat
cuman outline nya aja dan anak anak evakuasi yang ngewarnain kaosnya biar mereka anggap
sangat bangga sama hasil mewarnai mereka sendiri.
ya moga aja rencana ini berjalan dengan baik..ok kawan.
by: JINO
















